Hujan Malam Itu
Malam itu
hujan turun begitu deras… dari sore sampai menjelang malam..
Waktu itu
aku masih sebagai salah satu karyawan
pabrik swasta (PT PANASONIC LIGHTING INDONESIA) yang cukup terkenal di daerah
Pasuruan. Malam itu aku masih diberi kesempatan lembur.. jam menunjukkan pukul 19.00 dan hujan masih
belum berhenti. Setelah selesai absen pulang dengan memakai id card, aku
langsung bergegas menuju loker untuk mengambil tas. Sembari lari kecil dan
berpayungkan tas yang ku bawa , aku menuju pos satpam. Disana banyak sekali
karyawan yang sembari menunggu temannya untuk pulang bareng , atau sekedar
meneduh sampai mobil jemputan datang menjemput mereka. Nampak sesak… aku
berusaha mencari seseorang yang ku kenal agar aku bisa pulang bareng sampai di
depan kompleks perkantoran PIER. Ada beberapa yang ku kenal diantara motor-
motor yang lalu lalang keluar dari gerbang, namun tak ada yang mau menemaniku
untuk sekedar nebeng. Sungguhmalang nasibku waktu itu…..
Dan akhirnya
ku memanggil seorang temanku yang kebetulan satu produksi denganku. “ agus”
panggilku yang membuat Agus berhenti dan menoleh ke arahku dibawah rintik hujan
malam itu. “ ia , mau bareng yaa.. ??? ayooook “ ajak nya “Alhamdulillah “
gumamku dan langsung duduk di boncengan motor agus. Biar bajuku basah tak
apalah yang penting aku bisa pulang.. naik mobil jemputan juga gak bakal dapet
tempat duduk karena kurang punya kekuatan untuk melawan mereka yang berdesakan.
Kebetulan juga arah ruamh agus searah dengan rumahku. Dan kebetulan juga agus
merupakan kerabat jauh ku. Saudara dia menikah dengan saudara dari saudara
saudaranya saudaraku , tuch kan binggung J pokoknya gitu dech ^_^. Di perjalan
kita hampir tak bercakap, karena agus juga buru-buru pulang dan hujan yang
masih terus mengguyur..
Beberapa
saat kemudian aku sampai di perempatan arah kerumahku. Aku pun turun dan tak
lupa berterima kasih kepada agus yang telah menyelamatkanku mala mini dari
kesendiran di tengah hujan malam itu. “makasih gus “ ucapku “ sama- sama” agus
pun dengan kencang mengendarai motornya. Aku memiliki masalah lagi.. dengan
keadaan tak memakai jaket dan basah kuyup , bagaimana aku bisa pulang???.
Apalagi di desaku 3 hari yang lalu ada kecelakaan kereta api dan sejak kejadian
itu , arwahnya penasaran. Tuch kan serem banget… mana waktu itu lampu jalan
mati, dan jarak dari perempatan menuju rumah lumayan jauh kalau berjalan kaki.
Ku ambil ponsel di dalam saku celanaku . jam sudah menunjukkan pukul 19.30, ku
mencoba menghubungi kakak iparku tak ada jawaban. Ku sms kakak perempuanku,
juga demikian. “Sebaiknya aku menunggu sebentar sampai hujan sedikit berhenti dan
jam menunjukkan puul 20.00” gumamku dalam hati. Aku duduk di bangku yang
kebetulan berada disana. Biasanya dipakai oleh para bapak tukang becak untuk
sekedar duduk sambil menunggu para penumpang yang memakai jasa mereka. Perut
sudah terasa lapar , namun tak enak jika aku makan sendirian. Kebetulan di
depanku berdiri lapak penjual nasi goring. Dan tak jauh dari tempat ku duduk
ada lapak penjual mie ayam.
Entahlah
waktu itu aku tak ingin beranjak dari tempat dudukku. “oke jam sudah
menunjukkan pukul 20.00 ,baiknya aku pulang saja. Berani… berani… “ gumamku
lagi. Dan tak lama kemudian bus kuning pun berhenti, aku berharap sosok yang
turun itu tetanggaku sehingga aku ada teman buat menemaniku malam itu dan
pulang bersama- sama. Dan “ hei” sapa seseorang aku pun kaget setenggah tak
menyangka. Ternya dia adalah “ hei ferry “sapa ku balik. (ferry adalah mantan
cinta monyetku waktu sd. Karena waktu smp kita udah pisah sekolah dan kabarnya
dia punya cewek lain disekolahnya , maka hubungan kita pun berakhir L) “ngapain malem-malem disini”
semabri dudk disebelahku “oh iya ini tadi pulang kerja , gak ada yang jemput.
Makanya ini aku nungguin hujan reda. Tapi gak reda-reda juga sampai jam segini
“ceritaku agak memelas. “ oh..iya nic aku juga , nunggu ibuku jemput. Tapi kalau
ada temennya kamu disini, mungkin aku bilang sama ibu aja biar aku pulang sama
kamu “ dengan senyumnya yang manis memebuat dia tambah ganteng kelihatnnya.
Emang ganteng si Ferry itu J.( ferry hanya tinggal berdua dengan ibunya). Ferry
pun mengeluarkan ponsel dan mulai menelpon seseorang. Nampaknya dia menelpon
ibunya. “oke aku udah bilang sama ibu. Ibuku menyuruh kita agar naik becak aja
biar gak kehujanan. “paparnya. Aku pun menggangguk. Malam itu adalah malam yang
indah buat ku. Karena setelah kita putus, hampir kita jarang ketemu, jarang
ngobrol. Dan kebetulan juga dia kuliah ambil jurusan perawat dan dia tinggal di
asrama sehingga dia juga jarang pulang.
“ kamu laper
gak , makan mie ayam dulu yukk “ ajakku. Ferry pun mengiyakan… dengan berjalan
pelan- pelan kita menuju lapak penjual mie ayam. Disana kami pun mengobrol…..
“kamu apa
kabar ?” Tanya nya “baik ,kamu sendiri gimana “ jawabku dengan sedikit
malu-malu. Untung saja ferry tak memeperhatikan ku. Dia asik makan mie ayam “ “
baik juga, tapi kita sempet ketemu kan pas ada kejadian itu…” ferry
mengingatkan. Waktu kejadian orang tertabrak kereta api itu aku ikud ngeliat
diantara kerumunan orang2 satu desa, dan disana kau bertemu dengan ferry J. “ iya kita sempeet ketemu tapi Cuma
bentar “ pungkasku. kami pun selasai makan , dan untuk merayakan pertemuan kami
yang indah ini, aku berniat untuk membayar mie ayam itu. “ lho fit gak usah
biar aku aja “ ferry sedikit menolak “ udah gak papa , ini mumpung aku baru
gajian, jadi gak papa lah sekali-kali traktir kamu “ candaku. Ferry kembali
tersenyum.
Kami pun kebinggungan, anatara jalan kaki atau
naik becak. Kan kalau jalan kaki kan enak bisa hujan- hujanan berdua lagi. Tapi
sedikit horror dengan kejadian di desaku itu…hhiiihhiiii. Kami memutuskan untuk
naik becak.. biar becaknya ditutu dengan plastic, tapi masih aja kita
kebasahan.. di dalam becak sebelum kita sampai di rumah…..
“kita dulu
kog bisa putus ya… “ ferry memulai percakapan “ embbb…iya kog bisa ya? Gumamku
“ tukuran nomer hape yukkk “ astaga mimpi apa aku semalam , sampai diajakin
tukeran nomer hape sama mantan yang ganteng…heheheh “ boleh” jawabku penuh
semangat. Kami pun menyimpan nomer masing- masing di ponsel… “nak turun disini
saja ya.. bapak gak kuat “ tutur bapak tukang becak yang gak bisa mengayuh
becaknya meliwati rel kereta yang jalannya agak menanjak. Kami pun turun dan
meleawati rel tersebut “ kamugak takut?” Tanya ferry “ takutt fer, apalagi kata
orang- orang arwahnya gentanyangan “.
Paparku sedikit takut.. “ wwwaaaahhhhhhh” tiba-tiba ferry mengagetkan yang
membuat kami lari kencang “ ferry…” teriakku. Dan di persimpangan gang masing-
masing kita pun berpisah… sambil berlalu ferry teriak “ nanti sms akuu yaaa…”
teriaknya “ iaaaa “ balasku sambil berlari karena ketakutan.
Dirumah setelah mandi aku bergegas mengambil
ponsel dan segera sms ferry. Dan ferry pun membalasnya. Sungguh bahagianya aku
waktu itu bisa bertemu kembali dengan
cinta monyet yang merupakan tetangga , teman bermain, dan teman sekelas waktu
kita duduk di sekolah dasar. Namun setelah hampir 2 minggu kita smsan, kita
udah jarang smsan lagi. Karena ferry sibuk dengan tugasnya di rumah sakit dan
praktek-prakteknya , ponselku di curi orang waktu di loker pabrik. Dan sampai
saat ni aku belum mempunyai nomernya kembali. Aku hanya berdo’a dan berharap
agar kita dipertemukan kembali dengan cerita yang menyenangkan lagi dalam
hidupku… semoga…. ^_^ “wahyu ferry setiawan”